Microsoft Perkenalkan Chatbot A.I. untuk Pakar Keamanan Siber, Menggunakan Model Bahasa Terbaru dari OpenAI

Microsoft memperkenalkan chatbot AI baru yang dirancang untuk membantu para ahli keamanan siber memahami masalah kritis dan menemukan cara untuk memperbaikinya. Chatbot ini disebut Security Copilot dan menggunakan model bahasa besar terbaru dari OpenAI, yaitu GPT-4, dan model khusus keamanan yang dibangun oleh Microsoft menggunakan data aktivitas harian yang dikumpulkannya.

image of chatbot

Security Copilot dapat menyusun slide PowerPoint yang meringkas insiden keamanan, menjelaskan keterpaparan terhadap kerentanan aktif, atau menentukan akun yang terlibat dalam eksploitasi sebagai respons terhadap prompt teks yang diketik seseorang. Seorang pengguna dapat menekan tombol untuk mengonfirmasi jawaban jika itu benar atau memilih tombol “di luar target” untuk menandakan kesalahan. Masukan seperti ini akan membantu layanan belajar dan dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan para ahli keamanan siber.

Security Copilot dapat memproses 1.000 peringatan dan memberikan dua insiden penting dalam hitungan detik. Alat ini juga dapat membantu para ahli keamanan siber dalam melakukan pekerjaan mereka dan merekayasa ulang sepotong kode berbahaya untuk seorang analis yang tidak tahu bagaimana melakukannya.

Microsoft berharap bahwa banyak pekerja di dalam perusahaan tertentu akan menggunakan Security Copilot, bukan hanya segelintir eksekutif. Layanan ini akan bekerja dengan produk keamanan Microsoft seperti Sentinel untuk melacak ancaman. Microsoft juga akan menentukan apakah perlu menambahkan dukungan untuk alat pihak ketiga seperti Splunk berdasarkan masukan dari pengguna awal dalam beberapa bulan ke depan.

Security Copilot akan tersedia untuk sekelompok kecil klien Microsoft dalam pratinjau pribadi sebelum rilis yang lebih luas di kemudian hari. Microsoft tidak membicarakan tentang berapa biaya Security Copilot ketika tersedia lebih luas. Bagi Microsoft, Security Copilot adalah upaya untuk terus mengembangkan bisnis keamanan siber yang menghasilkan pendapatan lebih dari $20 miliar pada tahun 2022.(hh)

Facebook akan Luncurkan Layanan Mirip Clubhouse

Facebook diketahui sedang mengembangkan kompetitor Clubhouse. Facebook mengonfirmasi akan segera merilis beberapa produk yang menekankan konten suara melalui teks, gambar, atau video. Produk ini akan dirilis dalam beberapa bulan ke depan dan akan diuji coba untuk pengguna tertentu.

Facebook akan meluncurkan aplikasi serupa audio sosial Clubhouse yang dinamai Live Audio Rooms. Aplikasi ini akan tersedia di Facebook maupun Messenger mulai musim panas mendatang. Sebelum merilis ke publik, Facebook akan menguji Live Audio Rooms terlebih dahulu kesejumlah grup dan figur publik.

Dilansir dari situs The Verge, pengguna nantinya dapat merekam percakapan mereka dan mendistribusikannya, dan orang dapat mengenakan biaya untuk akses ke kamar ini baik melalui langganan atau biaya satu kali.

Agar orang-orang bergabung, Facebook mengatakan akan memperkenalkan Audio Creator Fund atau Dana Pembuat Audio untuk mendukung para pembuat konten audio baru. Semua percakapan ini juga dapat diubah menjadi “Soundbites,” fitur yang akan datang ini memungkinkan orang membuat dan berbagi klip audio berdurasi pendek.

Soundbites akan hadir di News Feed yang lebih luas. Pengguna dapat merekamnya di tools terpisah dalam Facebook. CEO Facebook Mark Zuckerberg menyamakan Soundbites dengan Reels, pesaing TikTok Instagram, tetapi untuk audio.

“Gambaran di sini adalah kami berpikir bahwa audio, tentu akan menjadi media kelas satu dan ada semua produk yang berbeda ini dibangun di seluruh spektrum ini,” kata Zuckerberg.

Facebook juga berencana untuk mengambil peran yang lebih besar dalam podcasting. Perusahaan mengatakan akan mulai merekomendasikan acara dan episode berdasarkan minat orang dan orang dapat mengomentarinya serta merekomendasikannya kepada teman. Menurut Facebook ada sekitar 170 juta orang di Facebook terhubung ke halaman yang ditautkan ke podcast tertentu, dan lebih dari 35 juta orang adalah anggota kelompok penggemar di sekitar podcast.

Zuckerberg menambahkan kemitraan dengan Spotify juga akan datang, memungkinkan orang mengalirkan musik dan podcast dari News Feed mereka. Zuckerberg menegaskan bahwa fitur ini untuk musik. Namun tetap saja, pengguna Facebook akan dapat membagikan podcast Spotify dan membiarkan orang mendengarkan tanpa harus meninggalkan Facebook dan pengguna hanya perlu menautkan akun mereka.

“Ambisi kami selalu menjadikan Spotify ada di mana-mana di seluruh platform dan perangkat. Menghadirkan musik dan podcast ke lebih banyak orang serta integrasi baru kami dengan Facebook adalah langkah lain dalam upaya ini,” kata juru bicara Spotify.(na)

Aplikasi Ini Jadi Viral, Apa Sebabnya?

Ada kehebohan baru di internet yang disebabkan oleh aplikasi bernama Sarahah. Aplikasi yang menimbulkan pertanyaan dari jutaan netizen ketika mereka melihat nama aplikasi itu muncul di Facebook feed. Mungkin bagi para pengguna Facebook atau Snapchat sudah mendengar mengenai adanya aplikasi ini. Namun, sebagian netizen mungkin masih bertanya – tanya aplikasi apa ini.

Sarahah berasal dari bahasa Arab yang berarti kejujuran. Aplikasi ini adalah aplikasi pesan instan anonim yang dapat digunakan untuk mengirimkan pesan kepada orang secara acak. Dengan catatan orang itu juga telah memasang aplikasi Sarahah di ponsel pintarnya.

Awal mulanya Sarahah diperkenalkan sebagai website oleh pengembang asal Arab Saudi bernama Zainal Abidin Tawfiq. Namun, pengembang melihat Sarahah akan lebih cepat viral apabila dalam bentuk aplikasi. Oleh karena itu, pada tanggal 13 Juni 2017 versi aplikasi dari Sarahah diluncurkan di App Store dan Google Play dan benar saja aplikasi buatannya langsung menjadi viral.

Salah satu alasannya aplikasi ini menjadi viral karena penerima pesan tidak akan mengetahui identitas pengirim pesan. Jadi pesan dikirimkan secara anonim. Bisa jadi aplikasi ini merupakan tempat untuk seseorang mengakui sesuatu yang mungkin tidak bisa dilakukan jika berhadapan langsung.

Viralnya aplikasi juga menimbulkan pertanyaan, karena bisa saja disalahgunakan, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai alat cyber bullying. Dengan adanya kebebasan untuk mengirimkan pesan ke siapa saja, muncul laporan yang memperlihatkan adanya orang – orang yang menyalahgunakannya.

Laporan itu dapat dilihat pada ulasan di Google Play yang ditulis oleh penggunanya. Seperti seseorang yang menulis bahwa anaknya yang berusia 13 tahun menerima ancaman pembunuhan. Munculnya insiden itu, mengakibatkan banyak orang tua yang melaporkan bahwa aplikasi dan menyebutnya sebagai platform baru untuk cyber bullying.

Aplikasi Ini Jadi Viral, Apa Sebabnya?
Cara menggunakan aplikasi ini sangat mudah, aplikasi ini bisa didapatkan di Google Play dan App Store. Ketika memasang aplikasi kita perlu mendaftar dengan menggunakan email, password dan nama. Setelah pendaftaran berhasil, kita dapat membagikan linknya melalui Facebook, Twitter dan jejaraing sosial media lainnya.

Selanjutnya, kita akan menerima pesan anonim dari seseorang tanpa mengetahui nama atau informasi apapun mengenai orang itu. Kita pun dapat mengirimkan pesan tanpa orang lain mengetahui identitas kita. Namun, sayangnya saat ini kita hanya dapat mengirimkan pesan, tetapi kita tidak dapat menjawab pesan yang kita terima. Fitur ini masih dalam taraf pengembangan, menurut keterangan yang ada di website Sarahah.(hh)

Sumber

Facebook Perlihatkan Cara Cegah Konten Terkait Terorisme

Facebook telah mengumumkan langkah-langkah detail untuk menghapus konten yang terkait dengan teroris. Tindakan tersebut diambil setelah adanya tekanan dari sejumlah pemerintahan untuk perusahaan teknologi agar melakukan sesuatu terhadap propaganda yang dilakukan teroris.

Seperti dilansir dari BBC, Facebook juga akan lebih terbuka mengenai pekerjaan yang mereka lakukan mengenai hal tersebut. Mereka menjelaskan bahwa mereka mendeteksi gambar-gambar dan video menggunakan bantuan sistem kecerdasan buatan. Selain itu filter tulisan digunakan untuk memblokir hal-hal terkait terorisme yang berasal dari akun-akun palsu.

“Kami ingin menemukan konten terkait terorisme dengan segera, sebelum para pengguna kami melihatnya,” ujar pihak Facebook.

Adanya penggunaan oleh kelompok yang menyebut diri mereka negara Islam dalam merekrut anggotanya melalui teknologi media sosial, telah menimbulkan banyak pertanyaan yang ditujukan kepada perusahaan teknologi.

Bahkan mereka mengkritik platform yang saat ini berjalan karena digunakan juga untuk menyebarkan paham ideologi aliran keras dan menginspirasi seseorang untuk melakukan kekerasan.

Awal minggu ini di Paris, Perdana Mentri Inggris dan Presiden Perancis meluncurkan sebuah kampanya gabungan untuk memastikan internet tidak digunakan sebagai lahan aman bagi para teroris dan kriminal.

Beberapa isu yang dibahas salah satunya adalah kewajiban hukum baru bagi perusahaan teknologi. Apabila mereka gagal menghapus konten tertentu terkait dengan terorisme, maka akan dikenakan denda.

Facebook sendiri telah berkomitmen untuk menemukan cara baru guna mendeteksi dan menghapus materi di layanan mereka. Dimana saat ini mereka lebih sibuk bekerja ketimbang membicarakannya.

“Kami ingin sangat terbuka dengan komunitas mengenai apa yang sedang kami lakukan untuk memastikan Facebook bukanlah tempat yang dapat menerima para grup teroris,” jelas Monika Bickert, Director of Global Policy Management di Facebook, seperti dikutip dari BBC.

Facebook sebelumnya telah mengumumkan mengenai adanya penambahan 3,000 pegawai yang akan memeriksa konten-konten yang telah ditandai oleh para penggunanya. Dimana mereka juga telah menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan kinerja, sehingga menjadi lebih proaktif.

“Kami tahu bahwa kami bisa melakukannya lebih baik dengan menggunakan teknologi, khususnya sistem kecerdasan buatan untuk menghentikan penyebaran konten terkait terorisme di Facebook,” ujar perusahaan media sosial terbesar itu.(hh)

Uniknya Sandaran iPhone Berbentuk Macintosh

Sandara Apple Watch
Sandaran Apple Watch W3

Beberapa bulang yang lalu, perusahaan bernama Elago meluncurkan sandaran model W3 untuk Apple Watch. Sandaran yang desainnya dibuat seperti komputer klasik milik Apple, sehingga membuatnya terlihat seperti Macintosh asli yang paling menggemaskan di dunia.

Seperti dilansir dari The Verge, suksesnya peluncuran sandaran iPhone model W3, membuat Elago menghadirkan sandaran dengan desain yang sama untuk iPhone. Model M4 merupakan nama model sandaran tersebut. Tetapi banyak yang melihat sandaran iPhone ini tidak sesukses seperti model W3.

Bisa jadi karena desainnya, walaupun W3 dan M4 menggunakan warna krem yang sama-sama mengambil dari desainnya Macintosh. Namun, desain layarnya lebih bagus W3 yang lebih mengotak bentuknya, ketimbang desain yang digunakan pada M4 yang lebih berbentuk persegi panjang. Mungkin karena mereka menyesuaikan desainnya dengan bentuk iPhone, sehingga membuat bentuknya menjadi aneh.

Disamping itu sandaran model M4 sepertinya kurang bermanfaat. Sementara dengan adanya sandaran W3 membuat Apple Watch dapat dengan mudah digeser melalui slot yang tersedia, sehingga ini memberikan kemudahan ketika digunakan dalam pengisian baterai. Manfaat lainnya yang di dapat ketika menggunakan sandaran model W3, maka Apple Watch akan secara otomatis aktif dan fokus dengan menggunakan mode malamnya.

Sandaran iPhone
Sandaran iPhone M4

Hal ini berbeda dengan sandaran iPhone M4, casing yang ada pada sandaran bergerak ketika iPhone di sisipkan dan ini cukup menyulitkan. Disamping itu pengisian baterai tetap harus dilakukan secara manual dengan menggunakan kabel. Namun, dengan disediakannya keyboard yang menggunakan koneksi Bluetooth membuat desain sedikit terlihat realistik.

Faktor terakhir adalah harga, untuk model W3 terbilang cukup murah, hanya dengan mengeluarkan biaya 15 dolar Amerika atau sekitar Rp 160,000 kita sudah bisa mendapatkannya. Tetapi harga M4 hampir dua kali lipat dari W3 yaitu di kisaran 35 dolar Amerika atau sekitar Rp. 400,000.

Walaupun sandaran iPhone M4 memiliki banyak kekurangan di banding sandaran Apple Watch. Sepertinya itu tidak akan mengurunkan niat seorang penggemar produk Apple untuk membelinya. Kedua model sandaran yang dibuat Elago ini cukup unik. Apalagi dengan dihadirkannya model M4, sehingga semakin melengkapi nuansa nostalgia pada produk legendaris Apple seperti Macintosh.(hh)